2026-02-28 08:49:49

Sharing Profesi 2026: Merancang Masa Depan Gemilang

Pada hari Kamis,12 Februari 2026, Saint Bernard School Pekalongan menyelenggarakan acara sharing profesi. Acara ini diadakan karena bertujuan untuk menambah wawasan siswa siswi tentang dunia kerja, sehingga mereka dapat mengenal profesi secara lebih dekat dan memahami tantangan serta peluang yang ada dalam setiap bidang.Acara ini dihadiri oleh seluruh anggota sekolah baik itu siswa siswi maupun guru.

Acara dimulai pada pukul 11.00-15.00 di ruang aula besar. Para siswa siswi diminta untuk membawa buku dan alat tulis untuk merefleksikan apa yang didapat dari sharing profesi ini. Acara ini dibagi menjadi 2 sesi, pada sesi pertama dihadiri oleh Adhitya Tantowijaya, S.E dan Filippo Christo Yuro Ramandyta, S.Kom. Para narasumber yang hadir ini merupakan alumni Saint Bernard School Pekalongan.

Pada kesempatan ini, Ibu P. Lani Budi Hantari, S.pd selaku kepala sekolah memberikan sambutan sebagai tanda dibukanya acara. Narasumber pertama yang memulai presentasi yaitu Adhitya Tantowijaya yang dipandu oleh moderator Jessica, moderator juga menjelaskan bagaimana perjalanan karir pak Adhitya sampai menjadi sukses seperti sekarang. Pada kesempatan kali ini ia menjelaskan tantangan dalam dunia kerja yang pernah ia alami seperti kendala dalam berbahasa inggris yang membuatnya mengalami stuck dalam pekerjaannya, saat kerja di Balikpapan ia digaji dengan gaji yang sedikit. Pak Adhitya juga menjelaskan pekerjaan apa saja yang memiliki banyak peluang untuk bekerja. Setelah mendengarkan presentasi dari pak Adhitya para siswa siswi diperbolehkan untuk kembali ke kelas dan istirahat. Setelah istirahat para siswa siswi kembali ke aula untuk mendengarkan presentasi dari narasumber yang kedua.

Narasumber yang kedua yaitu Filippo Christo Yuro Ramandyta yang dipandu oleh moderator Clarina. Pada kesempatan ini ia menjelaskan tentang usaha yang dibangun nya yaitu usaha jasa laundry dan jasa cuci sepatu. Kak Filippo juga menceritakan bagaimana ia memulai usaha dengan tidak mudah karena pada awal membuka usaha sedikit orang yang menggunakan jasa laundry nya tapi ia tidak menyerah begitu saja. Ia mencoba mempromosikan lewat Google dan ia mendapat tawaran kerja sama dengan film alang-alang yang saat itu sedang syuting di Pekalongan. Dari situ semakin banyak orang yang menggunakan jasa laundry dan cuci sepatu ditempatnya. Setelah mendengarkan presentasi dari kedua narasumber, para siswa siswi diminta untuk menuliskan refleksi tentang apa yang didapat dari sharing profesi ini dan tantangan apa saja yang telah dihadapi oleh kedua narasumber.

Dari pengalaman yang dibagikan oleh kedua narasumber, siswa dapat belajar bahwa setiap proses menuju kesuksesan membutuhkan kerja keras, ketekunan, serta keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Kendala seperti keterbatasan kemampuan bahasa, penghasilan yang belum sesuai harapan, hingga usaha yang sepi pelanggan di awal bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pembelajaran.

 Dengan adanya kegiatan sharing profesi ini, diharapkan para siswa siswi semakin termotivasi untuk mengembangkan passion, meningkatkan keterampilan dan mempersiapkan diri agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Tema "Develop your passion and stay relevant" pun menjadi pengingat bahwa masa depan yang sukses dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten sejak sekarang.

(Carissa-X2)

Kegiatan Lainnya

Info terbaru